Tempat ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Gianyar, keberadaan pura ini di mulai dari dipilihnya tempat ini sebagai tempat pertemuan setelah terjadinya pertikaian antar sekte keagamaan yang ada di Bali pada waktu pemerintahan Raja Udayana dan permaisuri Putri Mahendradatta dimana pertemuan tersebut diprakarsai oleh Mpu Kuturan. Dalam persamuan antar sekte tersebut diambil kesepakatan soal leburnya paham sekte-sekte, sehingga disepakati pemujaan hanya terhadap tiga dewa yang disebut Batara Tri Murti yaitu Brahma,Wisnu dan Siwa, dari pertemuan di tempat ini juga muncul Konsep Kahyangan Tiga ( Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem ) lokasi pura ini berada sekitar 200 m dari persimpangan Bedulu kearah timur, dari peristiwa tersebut diataslah pada abad ke 11 kemungkinan mengacu nama untuk pura ini. Di Pura Ini pada saat piodalan diadakan suatu ritual agama yang sangat menarik dan unik yakni ritual bernama “ Mesiat Sampian “ keunikan ritual ini bisa dilihat pada piodalan pura pada waktu Purnama Jehsta ( Kesebelas ).
Cari
Berita
Penyerahan Rompi Pelampung & HT Kepada Balawista Gianyar ,
PENGUMUMAN KENAIKAN HARGA TIKET OBYEK WISATA KAB. GIANYAR ,